KARAWANG- GLOBALSATU.ID -Sangat ironis, diduga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis atau MBG Yayasan Kafabih Dermawan Insani menyerap tenaga kerja didominasi pekerja relawan di luar warga setempat.
Padahal, lokasi SPPG atau dapur MBG tersebut berada di Dusun Kampung Baru Timur RT 03. RW 09, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru.
"Memang begitu faktanya, warga Desa Cikampek utara yang jadi pekerja relawan hanya 10 orang saja. Untuk yang lainnya di luar warga lokal. Harusnya warga Desa Cikampek Utara diprioritaskan jumlah relawannya paling banyak " ungkap warga berinisial T kepada media, Jumat (23/1/2026).
Untuk itu, kata dia, setiap eksistensi unit SPPG itu harus ada pengawasan dari instansi terkait. Hal itu supaya terkontrol dan terkendali dalam menjalankan program MBG sesuai tujuan dan arahan Presiden Prabowo.
"Salah satunya pemberdayaan masyarakat lokal seperti warga yang berdampak ekonomi lemah atau miskin, pengangguran dan pekerja serabutan,"ujarnya.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi melaui pesan singkat WhatsApp, Dusun Kampung Baru Timur Saepul membenarkan terkait pekera relawan SPPG Yayasan Kafabih Dermawan Insani menggunakan tenaga kerja dari luar warga Desa Cikampek Utara.
"Yang saya tahu pekerja yang direkrut 30 orang pria dan wanita dari 2 Desa Cikampek Utara dan Cikampek Kota. Karena Kepemilikan dapur MBG warga Cikampek Kota yang membuka usaha di Desa Cikampek Utara," ucapnya.
Lantas dia juga mengungkapkan pekerja relawan SPPG lainnya yang direkrut oleh Yayasan Kafabih Dermawan Insani, yang bukan dari warga Desa Cikampek Utara.
"Kalau enggak salah office dan pekerja lainnya dari Tasik," tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum berhasil mengkonfirmasi dengan pihak Yayasan Kafabih Dermawan Insani. (Dbrong)