. KARAWANG - GLOBALSATU.ID -Kapolres Karawang, Fiki Novian Ardiansyah, memprediksi puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 2026 gelombang kedua akan terjadi pada akhir pekan, tepatnya Sabtu dan Minggu, 28–29 Maret 2026. Lonjakan kendaraan diperkirakan akan melintasi wilayah Kabupaten Karawang.
Menurut Fiki, saat ini masih terdapat sekitar 200.000 kendaraan yang belum kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kendaraan tersebut merupakan sisa arus balik dari wilayah Jawa Barat maupun dari arah Jawa Tengah.
“Artinya potensi nanti akan melintas di Kabupaten Karawang kurang lebih tanggal 28 atau 29 Maret atau puncak arus balik kedua di hari Sabtu dan Minggu,” ujar Fiki usai mengunjungi rumah korban kecelakaan di Rengasdengklok, Rabu (25/3/2026).
Data traffic counting Polres Karawang menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang belum kembali tersebut berpotensi memicu kepadatan signifikan, khususnya di jalur utama yang menghubungkan arah timur menuju Jakarta.
Kepadatan Diprediksi di Tol dan Jalur Arteri
Fiki menjelaskan, puncak arus balik pertama yang terjadi pada Selasa (24/3/2026) telah terlewati dan kondisi lalu lintas kini mulai berangsur normal. Namun demikian, potensi kepadatan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Lonjakan kendaraan diperkirakan terjadi di sejumlah titik strategis, terutama di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) serta jalur arteri di wilayah Karawang.
Selain itu, kepadatan juga berpotensi diperparah oleh gangguan lain seperti banjir maupun kemacetan di jalur penghubung, termasuk Jalan Sultan Agung yang menghubungkan Bekasi–Jakarta.personel Disiagakan dan Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Menghadapi potensi lonjakan tersebut, Polres Karawang memastikan kesiapan penuh seluruh personel di lapangan. Meski Operasi Ketupat 2026 segera berakhir, pengamanan akan tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).
“Seluruh personel tetap disiagakan di pos-pos pengamanan untuk membantu kelancaran arus balik,” kata Fiki.
Polisi juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk pemanfaatan jalur alternatif seperti Tol Japek II Selatan yang saat ini masih difungsionalkan.
Menurut Fiki, keberadaan jalur tersebut cukup efektif dalam mengurangi beban kendaraan di ruas utama Tol Jakarta-Cikampek.
“Kami imbau masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif tersebut agar perjalanan lebih lancar,” pungkasnya.
(Hel)