Pembangunan Gedung Unsika 2 Diduga Mengabaikan SOP dan K3

 
 KARAWANG– GLOBALSATU.ID -Pembangunan proyek Gedung Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) 2 kini tengah menjadi sorotan publik dan memicu kegemparan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pelaksanaan pembangunan tersebut diduga kuat kurang mendapatkan pengawasan yang ketat, serta dinilai tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selasa 28 April 2026 
 
Kondisi di lokasi proyek terlihat sangat memprihatinkan. Banyak pekerja yang terlihat bekerja tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan standar, seperti helm proyek, sepatu safety, hingga rompi reflektor. Selain itu, tanda-tanda pelanggaran teknis juga terlihat jelas, mulai dari penggunaan material yang diduga tidak sesuai spesifikasi, hingga struktur bangunan yang dinilai belum memenuhi standar keamanan yang ditetapkan.
 
"Kami melihat sendiri dari luar, proyek ini seolah dikerjakan secara asal-asalan. Pengawasan sangat minim, bahkan sering terlihat pekerja bekerja tanpa alat pelindung diri. Sangat riskan jika terjadi kecelakaan kerja atau hal yang tidak diinginkan," ujar salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya, Senin (28/04).
 
Diduga Mengabaikan SOP dan K3
 
Praktik yang tidak sesuai prosedur ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat dan akademisi. Jika dibiarkan, bukan hanya membahayakan nyawa para pekerja, tetapi juga berpotensi menghasilkan bangunan yang tidak kokoh dan tidak layak huni di masa depan.
 
Padahal, sebagai institusi pendidikan negeri, standar pembangunan fasilitas kampus seharusnya menjadi contoh terbaik dalam menerapkan disiplin kerja dan keselamatan. Namun, realita di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
 
Masyarakat Minta Pihak Kampus Turun Tangan
 
Masyarakat dan pihak terkait meminta agar manajemen UNSIKA serta pihak penyedia jasa segera mengevaluasi kinerja kontraktor dan konsultan pengawas. Mereka menuntut adanya tindakan tegas agar proyek ini segera diperbaiki dan disesuaikan dengan standar teknis serta aturan K3 yang berlaku.
 
"Jangan sampai demi mengejar target waktu penyelesaian, kualitas bangunan dan keselamatan kerja justru diabaikan. Ini aset negara, harus diawasi dengan ketat," tegas salah satu warga.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak rektorat UNSIKA maupun pihak kontraktor terkait dugaan pelanggaran SOP dan K3 tersebut.
 


(Hel)