KARAWANG - GLOBALSATU.ID -Relawan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Karawang menggelar pelatihan dan sertifikasi penjamah makanan, Minggu (26/4/2026). Kegiatan dipusatkan di Gedung Lebak Sari Indah (SLI) dan diikuti ratusan relawan dari seluruh kecamatan se-Karawang.
Pelatihan ini menjadi langkah konkret BGN untuk meningkatkan kompetensi relawan di bidang keamanan pangan. Materi yang diberikan mencakup standar higiene sanitasi, teknik pengolahan makanan bergizi seimbang, hingga manajemen risiko kontaminasi. Seluruh peserta yang lulus akan mengantongi sertifikat resmi sebagai penjamah makanan tersertifikasi.
Perwakilan ketua acara, Robisendriadri, S.I.P, menegaskan sertifikasi ini penting untuk menjamin mutu makanan yang disalurkan ke masyarakat. “Relawan adalah ujung tombak program gizi. Dengan sertifikasi, kita pastikan makanan yang sampai ke balita, ibu hamil, dan lansia benar-benar aman, higienis, dan sesuai standar gizi,” ujarnya di sela kegiatan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak sesi pembukaan. Para relawan tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung pengolahan menu PMT berbahan pangan lokal. Instruktur dari Dinas Kesehatan dan lembaga sertifikasi profesi turut hadir mengawal proses asesmen. Hal ini untuk memastikan setiap relawan memahami aspek kritis dalam rantai pengolahan makanan.
Robisendriadri menambahkan, program ini sejalan dengan target percepatan penurunan stunting di Karawang. Penjamah makanan yang kompeten akan menekan risiko penyakit bawaan makanan yang dapat memperparah status gizi anak. “Kalau dapurnya sehat, generasi kita juga sehat. Ini investasi jangka panjang,” tegasnya.
Ke depan, BGN Karawang menargetkan seluruh relawan lapangan memiliki sertifikasi penjamah makanan. Skema pelatihan akan dilakukan bertahap dan berkelanjutan. Dengan SDM yang tersertifikasi, distribusi makanan tambahan dan program gizi lainnya di Karawang diharapkan makin berkualitas, tepat sasaran, dan akuntabel.