Gelaran Kirab Akbar Budaya Karawang “Napak Tilas Pajajaran” Kepung Kota, 223 Personel Gabungan Disiagakan

 
KARAWANG - GLOBALSATU.ID -Ribuan warga diperkirakan bakal memadati pusat Kota Karawang dalam gelaran akbar Kirab Budaya “Napak Tilas Pajajaran” yang digelar Sabtu, 9 Mei 2026. Mengusung simbol Mahkota Pajajaran dan semangat pelestarian budaya Sunda, agenda ini disebut menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar di Jawa Barat tahun ini.

Untuk mengantisipasi membludaknya massa dan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama, aparat gabungan dari Satpol PP dan Polres Karawang diterjunkan dalam pengamanan penuh. Total sebanyak 223 personel disiagakan di sepanjang jalur kirab hingga lokasi utama kegiatan.

Dari unsur pengamanan daerah, Satpol PP Karawang mengerahkan 81 personel guna melakukan pengawasan di area lintasan kirab, pusat keramaian, hingga titik pengalihan arus lalu lintas.

Kasi Opsdal Satpol PP Karawang, Tata Suparta, mewakili Kasatpol PP Basuki Rahmat menegaskan seluruh personel telah dipetakan agar kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

 “Fokus pengamanan berada di sepanjang rute kirab dan venue utama. Kami ingin memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan masyarakat tetap nyaman,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Sementara itu, Polres Karawang turut memperkuat pengamanan dengan menerjunkan 142 personel tambahan. Aparat akan berjaga di sejumlah titik rawan kemacetan, kepadatan penonton, hingga potensi gangguan ketertiban umum.

Kirab budaya dijadwalkan dimulai pukul 16.00 WIB dengan rute dari Stasiun Karawang menuju Alun-Alun Karawang. Sepanjang jalur tersebut, arus lalu lintas diprediksi mengalami kepadatan tinggi akibat tingginya antusiasme masyarakat.

Sejumlah ruas vital seperti Jalan Tuparev, Jalan Kertabumi, dan Jalan Ahmad Yani diperkirakan menjadi titik paling padat selama kirab berlangsung. Warga yang hendak melintas diimbau menggunakan jalur alternatif guna menghindari antrean kendaraan.

Kapolres Karawang Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan melintas di jalur kirab.

 “Gunakan jalur alternatif. Jangan memaksakan melintas di rute kirab apabila tidak ingin terjebak kemacetan panjang,” katanya.

Kirab “Napak Tilas Pajajaran” tidak hanya menjadi parade budaya semata, tetapi juga simbol penguatan identitas budaya Sunda serta panggung kebudayaan berskala besar yang menyedot perhatian publik lintas daerah.

Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dedi Mulyadi, jajaran Forkopimda, hingga perwakilan kepala daerah dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Beragam atraksi budaya dipastikan memeriahkan jalannya kirab. Mulai dari barisan penari Sunda dan Bali, pasukan berkuda pengawal kirab, kereta budaya, hingga pertunjukan seni tradisional khas tatar Pasundan akan memenuhi sepanjang rute perjalanan.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat, pusat Kota Karawang diprediksi berubah menjadi lautan manusia. Aparat pun meminta warga tetap menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, dan mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung.


(Hel)