GLOBAL SATU

Berita Nyata

Loading...

Iklan

Milangkala ke-43 Desa Wadas Meriah, Kirab Budaya Mahkota Sangga Buana Jadi Ajang Perkuat Kebersamaan Warga

Sabtu, 29 Agustus 2026, Agustus 29, 2026 WIB Last Updated 2026-08-29T15:17:04Z
KARAWANG , GLOBALSATU.ID,Semarak Milangkala ke-43 Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, berlangsung meriah, Sabtu (29/8/2026). Mengusung semangat “Rempug, Jukung, Sauyunan”, peringatan hari jadi desa tersebut diisi dengan festival budaya di setiap RW hingga Kirab Budaya Mahkota Sangga Buana.
Rangkaian kegiatan diikuti antusias oleh masyarakat Desa Wadas dan dihadiri Kepala Desa Wadas H. Jujun Junedi beserta jajaran, para kepala desa se-Kecamatan Telukjambe Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para seniman dan seniwati se-Kabupaten Karawang.

Kemeriahan semakin terasa ketika masing-masing RW menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya dalam festival yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Milangkala Desa Wadas ke-43.

Kepala Desa Wadas H. Jujun Junedi mengatakan, peringatan Milangkala bukan hanya seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam membangun desa.

“Maknanya adalah bagaimana kita terus menjaga kebersamaan dan gotong royong untuk desa tercinta. Saya sebagai kepala desa selama menjalankan tugas kurang lebih 20 tahun tentunya masih banyak kekurangan. Namun, saya sudah berusaha semaksimal mungkin bagaimana menciptakan dan mewujudkan pemerintahan Desa Wadas supaya maju dan masyarakatnya sejahtera,” ungkapnya.

Menurut H. Jujun, perjalanan panjang memimpin Desa Wadas selama dua dekade merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia pun menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan, kecukupan, serta berbagai kesempatan yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai kepala desa.

Ia berharap seluruh ikhtiar dan kebaikan yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat dapat memberikan manfaat serta keberkahan bagi kemajuan Desa Wadas.

Dalam kesempatan tersebut, H. Jujun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Milangkala Desa Wadas, termasuk jajaran kepolisian, para tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman dan seniwati, serta seluruh warga yang turut berpartisipasi.

“Terima kasih kepada semuanya yang telah ikut hadir dan menciptakan suasana bahagia untuk menghibur masyarakat Desa Wadas. Mudah-mudahan kegiatan ini dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar,” katanya.

Mengingat Sejarah Berdirinya Desa Wadas

Selain menjadi ajang hiburan rakyat, Milangkala ke-43 juga dimanfaatkan untuk mengingatkan kembali masyarakat mengenai sejarah berdirinya Desa Wadas.

H. Jujun menjelaskan bahwa Desa Wadas merupakan bagian dari wilayah yang mengalami pemekaran pada tahun 1983. Desa Wadas sebelumnya berada dalam wilayah desa induk Margajaya sebelum akhirnya dimekarkan menjadi desa tersendiri.

Menurutnya, sejarah desa penting untuk diketahui bukan hanya oleh aparatur pemerintahan desa, tetapi juga seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ini perlu diketahui oleh masyarakat kita. Jangan hanya kepala desa yang tahu sejarahnya. Masyarakat juga harus tahu kapan hari jadi Desa Wadas, bagaimana sejarah pemekarannya, luas wilayahnya dan perkembangan penduduknya,” ujarnya.

Pengenalan sejarah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus kebanggaan masyarakat terhadap Desa Wadas.

Festival Budaya Jadi Wadah Kreativitas Masyarakat

Salah satu daya tarik utama Milangkala ke-43 tahun ini adalah keterlibatan masyarakat dari setiap RW yang menggelar festival masing-masing.

Berbagai bentuk kreativitas warga ditampilkan sebagai bagian dari upaya mempertahankan seni dan budaya lokal. Puncak kegiatan kemudian dimeriahkan dengan Kirab Budaya Mahkota Sangga Buana yang menjadi salah satu ikon rangkaian perayaan Milangkala Desa Wadas.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat sekaligus memperkuat tali silaturahmi.

H. Jujun berharap semangat kebersamaan dan pelestarian budaya tersebut dapat terus dilanjutkan meskipun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan di Desa Wadas.

“Siapa pun yang meneruskan menjadi kepala desa, mudah-mudahan seni dan budaya yang sudah melekat di masyarakat tetap dijaga dan dilestarikan,” harapnya.

Dengan mengusung slogan “Rempug, Jukung, Sauyunan”, Milangkala ke-43 Desa Wadas menjadi refleksi perjalanan panjang desa sekaligus penegasan komitmen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, gotong royong, seni dan budaya sebagai bagian dari identitas Desa Wadas.

Perayaan hari jadi tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi energi baru bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendorong Desa Wadas menjadi desa yang semakin maju, harmonis, berbudaya dan sejahtera.

( Hel )
Komentar

Tampilkan

  • Milangkala ke-43 Desa Wadas Meriah, Kirab Budaya Mahkota Sangga Buana Jadi Ajang Perkuat Kebersamaan Warga
  • 0

Terkini