INDRAMAYU, GLOBALSATU.ID , Miris, jalan penghubung tiga desa di wilayah Kecamatan Sukra dan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hingga kini masih dalam kondisi memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer yang menghubungkan Desa Karanglayung, Cilandak Lor, dan Sukra Wetan tersebut disebut telah puluhan tahun belum mendapatkan pembangunan maupun perbaikan yang layak.
Jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat, khususnya para petani, itu kondisinya berubah mengikuti musim. Saat kemarau, badan jalan dipenuhi debu. Sementara ketika musim penghujan tiba, sejumlah bagian jalan menjadi berlumpur sehingga menyulitkan kendaraan warga untuk melintas.
Pantauan awak media di lokasi, kondisi tersebut membuat aktivitas transportasi masyarakat menjadi tidak nyaman. Bagi para petani, keberadaan jalan tersebut sangat vital karena menjadi akses menuju area pertanian sekaligus jalur untuk membawa hasil produksi pertanian.
Kondisi itu mendapat sorotan dari Kepala Desa atau Kuwu Karanglayung, Kecamatan Sukra, H. Kasmana, S.H. Ia mengaku kecewa karena persoalan jalan tersebut sudah berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan, namun belum mendapatkan tindak lanjut yang diharapkan.
Kasmana mengatakan, sejak sebelum dirinya menjabat sebagai Kuwu hingga saat ini, jalan penghubung tiga desa tersebut belum pernah mendapatkan pembangunan secara layak.
«“Saya berharap dengan menyampaikan kekecewaan melalui TikTok, pemerintahan terkait ada inisiatif untuk membangun jalan penghubung tiga desa tersebut. Karena sejak sebelum saya menjabat sebagai Kuwu hingga sekarang, jalan tersebut belum pernah ada pembangunan yang layak seperti jalan di desa-desa lainnya,” ujar Kasmana, Jumat (28/8/2026).»
Menurutnya, pihak pemerintah desa sebenarnya memiliki keinginan untuk ikut menyelesaikan persoalan tersebut. Bahkan, dirinya sempat berinisiatif menggunakan anggaran Dana Desa (DD) untuk pembangunan jalan.
Namun, rencana tersebut tidak dapat dilaksanakan karena pembangunan jalan tersebut dinilai bukan menjadi kewenangan pemerintah desa.
Kasmana pun mengaku tidak tinggal diam. Dalam sejumlah musyawarah di tingkat kecamatan, dirinya berulang kali menyampaikan kondisi jalan tersebut agar mendapat perhatian dari pemerintah terkait.
Namun, hingga kini, menurutnya, belum ada respons konkret yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
«“Saya beberapa kali menyampaikan dalam musyawarah di tingkat kecamatan. Tapi sampai sekarang belum ada respons apa-apa. Seakan-akan jalan ini dianaktirikan,” ungkapnya.»
Ia menegaskan, perbaikan jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan transportasi warga, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan sektor pertanian.
Pasalnya, akses jalan yang memadai sangat dibutuhkan petani untuk menuju lahan, mengangkut sarana produksi, hingga membawa hasil panen.
«“Jalan transportasi penghubung tiga desa ini sangat penting dan sangat dibutuhkan warga umum, terutama warga petani. Dengan akses jalan yang baik, produktivitas sektor pertanian juga bisa meningkat. Dengan petani sejahtera, pemerintah juga sejahtera,” terangnya.»
Keluhan serupa datang dari warga yang sehari-hari beraktivitas sebagai petani. Ia berharap pemerintah maupun instansi terkait segera turun tangan memperbaiki kondisi jalan tersebut.
Menurutnya, selain menjadi akses utama para petani, jalan tersebut juga menjadi jalur alternatif bagi masyarakat dari tiga desa yang selama ini memanfaatkannya untuk berbagai aktivitas.
Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan selama bertahun-tahun tidak kembali berhenti pada pembahasan, tetapi dapat diwujudkan melalui pembangunan jalan yang layak dan dapat menunjang aktivitas masyarakat serta sektor pertanian.
Kini, perhatian masyarakat tertuju kepada pemerintah terkait agar segera memberikan kejelasan mengenai kewenangan, perencanaan, dan realisasi pembangunan ruas jalan penghubung Karanglayung–Cilandak Lor–Sukra Wetan tersebut.
( Om toy)