KARAWANG - GLOBALSATU ID -Program pengadaan barang untuk UMKM di Karawang menuai sorotan publik. Anggaran Rp12 miliar untuk 2.398 pelaku UMKM dinilai tidak sebanding dengan manfaat nyata yang diterima.
Pelaku UMKM mengaku hanya menerima bantuan kecil, sementara sebagian besar dana diduga terserap dalam biaya mentor, operasional, dan pengadaan alat yang tidak transparan. "Kami hanya objek dari program ini," kata salah satu penerima manfaat.
Masyarakat mendesak Inspektorat Karawang, APIP, dan BPK untuk mengaudit penggunaan anggaran dan memeriksa pihak-pihak terkait. Transparansi dan akuntabilitas diperlukan agar program UMKM benar-benar memberdayakan pelaku usaha kecil.
(Hel)