Deklarasi Partai Gema Bangsa Gaungkan Semangat “Mandiri di Negeri Sendiri” di Senayan






JAKARTA – GLOBALSATU.ID – Partai Gema Bangsa secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik nasional dengan mengusung slogan “Mandiri di Negeri Sendiri, dalam sebuah acara akbar yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 17 Januari 2026

Deklarasi ini menandai langkah resmi Partai Gema Bangsa untuk ikut berperan aktif dalam kancah politik nasional, dengan membawa visi kemandirian bangsa di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Acara deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq. Ahmad Rofiq, yang lahir pada 25 Agustus 1975, merupakan seorang politikus nasional yang telah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gema Bangsa sejak 17 Januari 2025.

Dalam pidato politiknya, Ahmad Rofiq menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa hadir sebagai wadah perjuangan rakyat yang berorientasi pada kedaulatan nasional dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa sendiri.

 “Partai Gema Bangsa lahir dari kegelisahan dan harapan rakyat. Kami mengusung semangat *Mandiri di Negeri Sendiri* sebagai komitmen untuk memperkuat kedaulatan bangsa, berdiri di atas kaki sendiri, serta membangun Indonesia yang adil dan bermartabat,” tegas Ahmad Rofiq di hadapan para peserta deklarasi.

Deklarasi Partai Gema Bangsa turut dihadiri oleh elit politik nasional, tokoh-tokoh bangsa, para inisiator pendirian partai, serta simpatisan dan relawan yang datang dari berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan moral dan politik terhadap eksistensi Partai Gema Bangsa di tingkat nasional.

Suasana acara berlangsung khidmat namun penuh semangat kebangsaan, ditandai dengan pembacaan deklarasi, pengibaran bendera partai, serta peneguhan komitmen perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat.

Dengan deklarasi ini, Partai Gema Bangsa menyatakan kesiapan untuk mengikuti seluruh tahapan demokrasi di Indonesia serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional, dengan menjadikan nilai kemandirian, persatuan, dan keadilan sosial sebagai fondasi utama perjuangan politiknya.

(Hel)